Jadikan Ajaran Agama Sebagai Penyaring Arus Informasi


Amuntai-Humas; Kamis (21/05/15) adalah hari yang paling berkesan bagi para siswa siswi kelas IX di MTsN Amuntai Selatan. Pada hari itu mereka semua secara resmi dilepas oleh Kepala MTsN Amuntai Selatan, Drs.Marzuki,MM untuk dikembalikan kepada para orangtuanya masing masing. Dengan seragam putih hitam para siswa siswi didampingi para orangtuanya masing masing berkumpul di halaman MTsN Amuntai Selatan untuk mengikuti kegiatan perpisahan dan pengukuhan. Selain dihadiri para orangtua siswa, kegiatan ini juga dihadiri oleh pengurus komite madrasah, tokoh masyarakat  serta pejabat daerah setempat.

“ Ditengah derasnya arus informasi dan tekhnologi sekarang, kita harus pandai menyaring dan memfilter mana yang sesuai dan mana yang tidak sesuai dengan Agama Islam,” Ucap KaSubBag TU kantor Kementerian Agama Kabupaten HSU, Drs.Nasrullah.HR,MM saat memberikan sambutan mewakili Kepala kantor Kementerian Agama kabupaten HSU yang saat itu berhalangan hadir, karena harus mengikuti pelatihan petugas haji 1436H. Beliau juga berpesan kepada para siswa siswi agar jangan melakukan aksi corat coret pakaian ataupun hal negatif lainnya disaat kelulusan dan pengumuman nanti. “Tetap jaga nama baik madrasah dan hormati para guru disini walaupun kalian telah meninggalkan madrasah ini,” Pungkas Drs.Nasrullah.HR,MM di akhir sambutannya.

Sementara itu salah seorang orangtua siswa menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pengajar dan dewan guru di MTsN Amuntai Selatan karena selama 3 tahun telah mencurahkan segala pikiran dan tenaganya guna mendidik anak anak mereka. “ Kami menyadari tentu banyak kesalahan yang dilakukan anak anak kami, karena mereka masih remaja dan dalam pencarian jatidiri,” Ucapnya dihadapan para undangan yang hadir. Beliau menambahkan  dan menyampaikan selaku orangtua siswa memohon maaf dan memohon keridhoan para guru karena keberkahan ilmu terletak pada keridhoan para guru.


“Pada tahun ini pihak MTsN Amuntai Selatan melepas 129 orang siswa, yang terdiri dari 54 orang laki laki dan 75 orang perempuan,” Ucap Drs.Marzuki,MM saat menyampaikan sambutannya. Beliau menambahkan bahwa 3 tahun yang lalu para orangtua datang ke MTsN Amuntai Selatan guna menitipkan anak nya untuk dididik sehingga menjadi orang yang berguna bagi agama , nusa dan bangsa. “Di Madrasah dikenal memiliki kelebihan dibanding sekolah umum dalam hal pendidikan yang membagun, yang terdiri 4 hal yaitu kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual dan kecerdasan performance” Ucap Marzuki,MM di akhir sambutannya. Sebelum menutup sambutannya Kepala MTsN Amuntai Selatan tersebut meneriakkan yel yel yang disahut oleh para siswa. “Lebih baik Madrasah, Madrasah lebih baik,” Teriak Marzuki yang disahut oleh para siswa. (Rep/Fh.Latiful) 

Seksi PediPontren Laksanakan Sosialisasi BOS Bagi Pontren Salafiyah


Amuntai-Humas; BOS merupakan program pemerintah yang pada dasarnya guna penyediaan dana pendidikan yang bertujuan untuk meringankan beban masyarakat guna mewujudkan program wajib belajar. Dalam hal pencairan dan pelaporan penggunaan Dana BOS harus dikelola secara profesional dan akuntabel.  Untuk lebih meningkatkan pemahaman dalam tekhnis pencairan dana BOS agar tidak terjadi kesalahan baik dalam hal pencairan maupun pelaporan, maka selama dua hari sejak hari rabu (20/05/15) hingga hari kamis (21/05/15) Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PediPontren) Kantor Kemenag Kabupaten HSU menyelenggarakan Sosialisasi Pencairan Dana BOS bagi Pondok Pesantren Salafiyah.

Dalam laporannya Ketua panitia, Drs.H.Yusran,MM yang sehari harinya adalah Kepala Seksi Pedipontren Kementerian Agama Kabupaten  HSU menyampaikan bahwa Pondok pesantren yang berhak menerima dana BOS dalah Pondok Pesantren salafiyah yang menyelenggarakan wajib belajar 9 tahun. “Kegiatan ini di ikuti oleh 40 orang peserta dari 10 buah pondok pesantren, sedangkan narasumber yang memberikan materi pada kegiatan ini berasal dari Kementerian Agama Kabupaten HSU dan BPKP,” Ucap Drs.H.Yusran,MM dalam laporannya.

Salah seorang narasumber dari BPKP perwakilan Banjarmasin, Heru Satrijo menyampaikan bahwa tekhnis pencairan dana BOS menggunakan sistem Triwulan. Beliau menambahkan bahwa sesuai perintah Presiden RI agar BPKP segera meregulasi pengadaan barang dan jasa. Beliau juga menjelaskan bahwa terkait pengelolaan dana BOS harus memenuhi beberapa hal yaitu fakta dan data yang valid, laporan yang dapat dipertanggungjawabkan, pengelolaan yang transparan serta penyaluran yang tepat sasaran. “Sekarang telah diterbitkan UU No 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dimana pemerintah mereformasi tata kelola pengendalian intern keuangan negara, termasuk pencairan dana BOS,” Ucap Heru Satrijo yang merupakan Auditor madya pada BPKP. Beliau menambahkan dalam hal pelaporan bersifat berjenjang, dimana pelaporan dana BOS setelah dilaporkan ke Kabupaten maka oleh Kabupaten dilaporkan kembali ke Provinsi. “Dana BOS harus dikelola secara transparan dan akuntabel,” Ucapnya di akhir materi.

Sementara itu Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten HSU, Drs.Nasrullah.HR,MM menyampaikan bahwa BOS adalah program pemerintah yang pada dasarnya adalah untuk penyediaan pendanaan biaya operasi nonpersonalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajib belajar.  “Tujuan BOS ada dua yaitu tujuan umum dan khusus,” Ucap Drs.Nasrullah.HR,MM dalam materi beliau. Beliau menjelaskan bahwa tujuan umum program BOS adalah untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar 9 tahun yang bermutu, sedangkan tujuan khusus program BOS, yaitu membebaskan biaya operasional sekolah bagi seluruh siswa MI dan MTs (negeri dan swasta), membebaskan segala jenis biaya pendidikan bagi seluruh siswa miskin di tingkat pendidikan dasar, baik di madrasah negeri maupun madrasah swasta dan meringankan beban biaya operasional sekolah bagi siswa di madrasah swasta/ Pondok Pesantren Salafiyah.


“Dana BOS tidak boleh disimpan dalam waktu yang lama guna mendapat bunga yang besar ataupun dipinjamkan ke pihak lain,” Tambah Drs.Nasrullah.HR,MM dihadapan para peserta. Di akhir materinya beliau berpesan kepada peserta kegiatan ini akan pentingnya kejujuran dan tetap berhati-hati dalam menyusun data sebab pengawasan terhadap dana BOS ini bukan hanya dari internal seperti Inpektorat dan BPK/BPKP namun juga dari pihak eksternal seperti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Masyarakat juga dapat mengawasi penggunaan dana BOS. Laporan harus bersifat akuntabel yang berarti siap dilihat kapan saja. (Rep/Fh. Latiful)

Sungkeman Tandai Perpisahan Siswa MTsN Model Amuntai


Amuntai-Humas; “Kami siap menerima sebanyak 350 putra putri Bapak ibu yang ingin melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Negeri Model Amuntai ini dengan lokal belajar yang tersedia sebanyak 10 lokal,” Ucap H.A. Rusyadi,MM saat menyampaikan sambutan pada acara perpisahan siswa siswi kelas IX Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Model Amuntai, pada Rabu (20/05/15) di halaman madrasah tersebut.

Beliau menambahkan bahwa jumlah siswa yang dilepas pada tahun ini sebanyak 286 siswa dengan rincian 111 orang putra dan 175 orang putri. “Tahun ini hasil Ujian Nasional tidak lagi sebagai penentu tunggal dalam kelulusan siswa, tetapi ada faktor lain yang juga menentukan kelulusan disamping hasil UN yaitu diantaranya hasil Ujian Akhir Sekolah, Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional serta perilaku dan akhlak,” Ucap H.A.Rusyadi di akhir sambutan beliau. Kegiatan perpisahan ini dihadiri oleh para orangtua siswa kelas IX, Kepala Penyelenggara Syariah Kementerian Agama Kabupaten HSU, perwakilan Pokjawas, komite madrasah serta para Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri se Kabupaten HSU.

Sebelumnya salah seorang perwakilan orangtua yang meninggalkan, Ust.Ahmad fauzi menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar besarnya kepada seluruh dewan guru yang telah mendidik putra putri mereka. “Kami sebagai orangtua siswa memohon kepada para dewan guru agar meridhoi anak kami, karena keberkahan ilmu terletak pada keridhoan guru yang mengajarkan ilmu tersebut,” Ucap A.fauzi saat menyampaikan sambutan mewakili orang tua siswa. Beliau juga menambahkan bahwa di dunia ini orangtua yang wajib dihormati ada 3 yaitu orangtua yang melahirkan kita, orangtua yang anaknya kita nikahi dan orang tua yang mengajarkan ilmu pengetahuan kepada kita dalam hal ini para guru.

Sementara itu Penyelenggara Syariah Kantor Kementerian Agama Kabupaten HSU, Drs.H.Taufikurrahman,M.MPd yang hadir mewakili Kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten HSU menyampaikan ucapan selamat kepada para siswa yang lulus. “ Walaupun kalian telah lulus dari MTsN Model Amuntai, tetap jaga nama baik madrasah ini,” Pesan drs.H.Taufikurrahman,M.MPd dalam sambutannya. Beliau juga menyampaikan bahwa ditengah era informasi yang bebas masuk sekarang agar tetap mempertahankan ajaran Agama terutama tentang akhlak dan perilaku jangan sampai terlibat hal hal yang negatif. “Teruskan pendidikan kalian ke jenjang yang lebih tinggi dan jangan berhenti menuntut ilmu,” Pungkas Drs.H.Taufikurrahman di akhir sambutan beliau.

Di akhir acara dilakukan kegiatan sungkeman yang diwakili oleh para siswa siswi berprestasi disetiap kelas IX dengan para orangtua mereka sebagai tanda ucapan terima kasih dan bakti mereka. Pada saat acara sungkeman tersebut turut dibacakan puisi yang sangat menyentuh sehingga terlihat para siswa siswi dan orangtua banyak yang meneteskan airmata. (Rep/Fh.Latiful) 


Tim Drs. Nasrullah.HR,MM cs Kalah Tipis Hadapi Tim Drs.H.Muhammad cs


Amuntai-Humas; Jumat pagi (15/05/15) Kepala Sub Bagian tata usaha kantor Kementerian Agama Kabupaten HSU, Drs.Nasrullah.HR,MM berangkat ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten barito Utara guna mendampingi rombongan Badan Pembinaan Olah Raga (BAPOR) Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Utara dalam kegiatan silaturahmi dan pertandingan persahabatan dengan BAPOR Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara.

Tim BAPOR Kementerian Agama Kabupaten HSU berangkat ke Kabupaten Barito Utara dengan jumlah sebanyak 40 orang, sedangkan  pertandingan yang akan digelar diantaranya adalah Bulu tangkis, Voley ball putra dan putri, catur, tenis meja dan futsal.

Dalam pertandingan Bulu tangkis, sebagai partai pembuka diawali oleh pasangan Drs.Nasrullah.HR,MM  cs menghadapi Drs.H.Muhammad cs yang merupakan Ketua BAPOR Kemenag Kabupaten HSU. Dalam pertandingan pembuka ini berlangsung sangat alot dimana kedua pasangan bermain dengan sangat lincah, sehingga dari hasil akhir, pasangan Drs.Nasrullah.HR  cs hanya kalah tipis melawan pasangan Drs.H.Muhammad cs.

Sementara itu pada malam sebelumnya diadakan kegiatan ramah tamah dengan Kemenag kabupaten Barito Utara. “Kami sangat berterima kasih dengan jamuan dan sambutan dari Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara dan kunjungan ini merupakan kunjungan balasan,” Ucap Drs.Nasrullah.HR,MM dalam sambutannya pada acara ramahtamah tersebut. Beliau menambahkan bahwa kunjungan ke Barito Utara ini adalah merupakan pengalaman pertama beliau sehingga selama dalam perjalanan banyak sekali hal hal baru yang sebelumnya belum pernah ditemui di daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara.

“Di Kabupaten Barito Utara ini masyarakat nya adalah multi etnis dan multi agama, walau begitu kerukunan antar umat beragama sangat terjaga dan terjalin erat,” Ucap Kepala Kementerian Agama Kabupaten Barito Utara Drs.H.Tuaini Ismail,Mag saat menyampaikan sambutannya. Beliau juga mengucapkan permohonan maaf apabila selama penyambutan dan pelayanan terdapat hal hal yang kurang berkenan. Kegiatan ramah tamah ini di akhiri dengan penyerahan kenang kenangan dan cenderamata serta acara hiburan bersama.


Kegiatan pertandingan persahabatan ini juga dirangkai dengan peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di Mesjid Abu Bakar Ash Shidiq Kabupaten Barito Utara dengan penceramah Ust. Ilham Asqalani,Lc,MM dari Kabupaten Hulu Sungai Utara. Peringatan Isra Miraj ini sendiri selain dihadiri oleh keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten barito Utara dan Tim BAPOR Kementerian Agama Kabupaten HSU juga di hadiri oleh masyarakat Kabupaten Barito Utara. (Rep/Fh.Latiful)

PENDIDIKAN MADRASAH WUJUDKAN 4 KECERDASAN


Amuntai-Humas; “Dalam dunia pendidikan madrasah khususnya pada MAN 5 Amuntai bertekad untuk melahirkan generasi muda yang cerdas dalam empat hal,” Ucap Kepala Madrasah Aliyah Negeri 5 Amuntai, H.Hafizi,M.MPd saat menyampaikan sambutan pada acara perpisahan siswa siswi kelas XII MAN 5 Amuntai, pada hari Rabu (13/05/15).

Beliau menjelaskan bahwa ke empat kecerdasan tersebut adalah kecerdasan intelektual berupa ilmu pengetahuan, kecerdasan emosional berupa budi pekerti dan akhlakul karimah, kecerdasan spiritual berupa pendidikan keagamaan dan kecerdasan performance berupa cara berpenampilan dan berpakaian yang sopan dan pantas. “ Pada tahun ini siswa yang dilepas sebanyak 37 orang,” Pungkas Hafizi,M.MPd di akhir laporannya.

Sementara itu Kepala Sub Bagian tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten HSU, Drs.Nasrullah.HR,MM yang datang mewakili Kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten HSU menyampaikan bahwa walaupun MAN 5 Amuntai berada jauh dari Kota tetapi alumni MAN 5 Amuntai banyak yang sukses. “Perlu diketahui bahwa Kepala kantor Kemenag Kota Banjarbaru adalah Alumni MAN 5 Amuntai,” Ucap Drs.Nasrullah.HR,MM dihadapan para undangan yang hadir pada acara tersebut.

Beliau juga berpesan walaupun telah keluar dari MAN 5 Amuntai, agar terus menjaga nama baik almamater MAN 5 Amuntai dalam kehidupan sehari hari. “ Terus tunjukkan rasa kekeluargaan, kebersamaan dan kekompakan. Jangan sampai  setelah keluar dari MAN 5 Amuntai, melakukan hal hal yang dapat mencoreng nama baik MAN 5 Amuntai,” Tegas Drs.Nasrullah.HR,MM.

“Tahun depan Kecamatan Haur gading akan menjadi tuan rumah ajang MTQ Tingkat Kabupaten, untuk itu kami dari Pemerintah Kecamatan memohon kerjasama khususnya dari pihak MAN 5 Amuntai dalam rangka mensukseskan kegiatan ini,” Ucap Camat Haur gading, M.Syarif F.Noor,Msi yang juga dimintakan untuk menyampaikan arahan pada acara perpisahan tersebut. Beliau menambahkan bahwa selama bertugas sebagai camat Haur Gading laporan yang masuk tentang MAN 5 Amuntai adalah berbagai prestasi membanggakan yang berhasil diraih.


Kegiatan ini selain dihadiri oleh Kasubag TU Kankemenag Kabupaten HSU dan camat haur Gading, juga dihadiri oleh Komite madrasah, para Kiepala Madrasah Aliyah, para Kepala desa dan para orangtua wali siswa kelas XII. (Rep/Fh.Latiful)