MAJALAH DINDING SEBAGAI MEDIA JURNALIS MADRASAH



Amuntai-Humas; “Majalah dinding merupakan sebuah media jurnalis yang biasa terdapat dalam suatu madrasah,” Ucap Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Bunyamin,SPd.I,MPd dalam sambutannya dihadapan para peserta pada acara kegiatan Pelatihan Jurnailistik Siswa di Aula MTsN Model Amuntai, Selasa (21/10/14).

Beliau menambahkan bahwa kegiatan pelatihan jurnalis sangat berguna terutama disaat melaksanakan kegiatan riset ilmiah dibangku kuliah. Karena itu beliau mengharapkan agar para peserta benar benar mengikuti dan menyimak semua materi yang diberikan dan dapat mengaplikasikan ilmu jurnalisnya dalam penulisan berita baik melalui media majalah sekolah maupun media internet. “Dalam tekhnik penulisan berita, berlaku hukum 5 W + 1 H,” Ucap Bunyamin,SPd,MPd di akhir sambutannya.

Sementara itu Kepala MTsN Model Amuntai, Drs.H. Tajuddinnor menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk memberi pelatihan dan pengetahuan tentang ilmu jurnalis kepada para siswa, sehingga para siswa menjadi mahir dan terbiasa dalam membuat sebuah berita , artikel maupun sebuah laporan dan kedepannya diharapkan dapat kembali mengaktifkan majalah / buletin madrasah dan penulisan berita di internet terutama pada link Kanwil Kemenag Provinsi Kalimantan Selatan.


Kegiatan ini sendiri di ikuti oleh 64 orang peserta yang terdiri dari 40 orang siswa MTsN Model Amuntai, 20 orang siswa MTs Binaan dan 4 orang perwakilan Madrasah Aliyah Negeri. Kegiatan pelatihan ini berlangsung selama 3 hari dari tanggal 21 – 23 Oktober 2014. Sementara itu materi meliputi tekhnik penulisan, tekhnik editing dan layout serta praktek penerbitan berita dengan narasumber tunggal yaitu Arbain,MI.Kom yang merupakan seorang praktisi jurnalis. (Rep/Fh. Latiful-Humas Kemenag HSU) 

Rapat Pemantapan Perayaan Tahun Baru Islam 1436 H



Amuntai-Humas; Pada Hari Senin (20/10/2014) Panitia Perayaan Tahun Baru Islam 1436 H Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Utara melaksanakan rapat pemantapan yang dilaksanakan di Aula Kator Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Utara.  Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua Panitia Perayaan Tahun Baru Islam 1436 H Drs.H. Nasrullah, AR, MM didampingi Kepala Subbag TU Kemenag HSU Drs. Nasrullah, HR, MM dan diikuti oleh seluruh elemen panitia baik dari unsur madrasah, KUA, dan karyawan KanKemenag HSU.

Rapat hari itu difokuskan untuk membahas detil dan teknis acara-acara yang dilaksanakan dalam Perayaan Tahun Baru Islam 1436 H. Acara-acara yang direncanakan itu mulai dari acara pembukaan,  gebyar maulid Tingkat MI, MTs, MA, dan Pondok Pesantren ,dan juga  Pawai santai dengan mengelilingi Kota Amuntai. Menurut ketua panitia, hal-hal detil dan teknis acara harus sudah diputuskan hari ini mengingat waktu pelaksanaan yang semakin dekat. Beliau berharap panitia dapat bekerja maksimal dalam menyukseskan acara yang telah direncanakan. Beliau juga meminta anggota panitia dapat mengajak kawan-kawan yang ada dimasing-masing satker dalam memeriahkan acara perayaan tahun baru islam 1436 H. “ Mari kita buat Tahun baru Islam sebagai bentuk rasa syukur kita Kepada ALLAH SWT, Kalau bukan kita siapa lagi yang akan memeriahkan Tahun Baru Islam” Ungkap beliau.


Setelah melalui rapat yang panjang dan menimbang beberapa hal akhirnya diputuskan bahwa acara pembukaan akan dilaksanakan pada jum’at malam ( 24/10/2014) dengan mengambil tempat dihalaman Kantor Kemenag HSU, kemudian dilanjutkan dengan Gebyar Maulid Tingkat Madrasah Ibtidaiyah. Pada hari Sabtu pagi (25/10/2014) bertepatan dengan 1 Muharram 1436 H akan dilaksanakan pawai santai mengelilingi Kota Amuntai dengan titik start dan Finish berada didepan kantor kemenag HSU. Diakhir rapat, ketua panitia berharap anggota panitia dapat segera menyelesaikan tugasnya sehingga acara-acara yang direncanakan dapat berjalan dengan lancar. (Rep/Ft : Salim – Humas Kemenag HSU)

Pondok Pesantren Merupakan Salah Satu Pondasi Kementerian Agama



Amuntai – Humas, Seksi Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Utara melaksanakan sosialisasi pengolahan data EMIS bagi Pondok Pesantren, TPA, dan TPSQ Senin (21/10/14) di Aula MUI Kabupaten Hulu Sungai Utara. 
Acara tersebut di hadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Hulu Sungai Utara Drs. H. Gurdani Syukur, M.Fil.I didampingi Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Drs.H. Nasrullah, MM dan diikuti oleh seluruh perwakilan pondok pesantren dan TPA sekabupaten Hulu Sungai Utara.

Kasi Pedipontren selaku panitia penyelenggara soialisasi data EMIS menyebutkan acara ini diselenggarakan lebih cepat agar data EMIS pondok pesantren di HSU dapat ter-Update sehingga akurasi data diponpes bisa lebih baik. Beliau sangat mengharapkan kerjasama dari perwakilan ponpes dan TPA agar dapat memberikan data yang akurat dan serincinya kepada operator EMIS Ponpes.

“Semoga hari ini semua data kita dapat terkumpul dan bisa langsung diupdate oleh operator sehingga seluruh kewajiban kita dapat langsung ditunaikan,” ungkap Beliau. Sementara itu dalam sambutannya, Kepala Kan.Kemenag HSU Drs, H. Gurdani Syukur, M.Fil.I menekankan betapa pentingnya data EMISsebagai bentuk pelaporan dana BOS yang diterima oleh masing-masing pondok pesantren. 

Menurut beliau akurasi data yang diberikan akan mempengaruhi kebijakan bagi ponpes dimasa yang akan datang. Beliau juga mengingatkan bahwa ponpes adalah bagian dari Kementerian Agama. “Sehingga kita harus selalu bekerja sama dalam membangun generasi yang agamis, berpengetahuan luas, serta berakhlaquk karimah,” kata Gurdani.

Beliau juga menyebutkan bahwa Kementerian Agama tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan dari elemen ponpes karena ponpes adalah salah satu pondasi dari kementerian Agama. “Mari kita bersama-bersama membangun generasi emas melalui pondok pesantren sehingga daerah kita selalu dalam lindungan ALLAH SWT,” ajak Gurdani. 

Di akhir sambutannya beliau mengingatkan kepada seluruh ponpes agar berhati-hati terhadap pihak-pihak yang menjanjikan dana bantuan kepada ponpes, beliau berharap seluruh ponpes dapat mengonfirmasinya dulu kepada pihak kementerian Agama agar tidak terjadi hal-hal yang dapat merugikan pondok pesantren. (Rep/Ft : Salim- Humas Kemenag HSU)

KaKankemenag HSU : “ Walau Daerah Terpencil Kualitas pendidikan tetap Harus jadi Prioritas utama”


Amuntai – Humas, Kelompok Kerja Kepala Madrasah Ibtidaiyah (K3MI) Rayon Sungai Pandan mengadakan rapat koordinasi pada hari Rabu (15/10/2014) yang bertempat di MI Nurul Haq Pondok Babaris. Desa Pondok Babaris adalah desa yang termasuk desa yang terpencil di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Letak desa ini berada ditengah-tengah rawa dan sawah, akses menuju madrasah inipun hanya melalui jalan tanah berbatu, oleh karena itu Desa Pondok Babaris dikategorikan daerah tertinggal sehingga pada tahun 2013 lalu desa tersebut mendapat bantuan PLTS (Pembangkit Listrik tenaga Surya) dari Kementerian Pembangungan Daerah Tertinggal.

Kepala kantor kementerian Agama kabupaten Hulu Sungai Utara Drs. H. Gurdani Syukur, M.Fil.I yang diundang oleh K3MI Kecamatan Sungai Pandan untuk memberikan arahannya, berkesempatan mengunjungi MI Nurul Haq di Desa Pondok Babaris tersebut. Beliau mengaku memang pernah kepondok babaris saat mendampingi bupati dan Menteri Pembangunan daerah tertinggal 2013 lalu, namun beliau belum sempat bersilaturrahmi ke Madrasah dan RA yang ada disana. Oleh sebab itu beliau sangat bersyukur atas kesempatan dan undangan dari K3MI Sungai Pandan yang mengadakan rapat koordinasi di MI Nurul Haq Pondok Babaris.


Acara Rapat Koordinasi K3MI Sungai pandan ini selain dihadiri oleh Kepala MI Se- Kecamatan Sungai Pandan juga dihadiri oleh Pengawas pendidikan madrasah Drs. H. Markabi, dalam sambutannya beliau mengucapkan selamat datang  dan terima kasih kepada rombongan Kepala kanKemenag HSU, yang berkenan mengunjungi MI Nurul Haq Pondok babaris ini. Pengawas madrasah juga melaporkan perkembangan MI Nurul Haq yang saat ini masih menjadi lembaga pendidikan satu-satunya di desa pondok babaris. “MI Nurul haq sangat dimintai oleh masyarakat mungkin karena bernafaskan agama atau bisa juga karena MI Kita ini satu-satunya lembaga penddikan di Desa Pondok babaris” Ungkap Markabi. 
Sementara itu Kepala MI Nurul Haq, Masruri, S.Pd.I membenarkan hal yang diungkapkan pengawas madrasah sebelumnya. Dalam kesempatan ini beliau juga memohon dukungan Kepada Kepala Kemenag HSU terkait rencana masyarakat mendirikan Madrasah Tsanawiyah di desa ini. Hal ini didasari karena jarak sekolah lanjutan dari desa ini sangat jauh sehingga tidak semua anak-anak disana melanjutkan pendidikannya. Menanggapi hal tersebut, Dalam Sambutanya, Kepala KanKemenag HSU Berjanji siap membantu mewujudkan rencana masyarakat tersebut,  beliau sangat mendukung pembangunan pendidikan didesa pondok Babaris ini. “ ulun sangat senang mendengar rencana  pembangunan MTs di desa ini, kita semua harus yakin bahwa walaupun berada didaerah terpencil, aspek pendidikan tetap harus menjadi prioritas utama” Ujar beliau. 
Diakhir sambutannya beliau kembali mengingatkan kepada seluruh dewan guru agar dapat selalu menjadi contoh yang baik bagi siswa-siswanya agar pada nantinya siswa lulusan madrasah memiliki intelektual berladaskan akhlaqul karimah. ( Rep/Ft : Salim –Humas Kemenag HSU)

Penentuan Kelas Jabatan di Kementerian Agama

 Setiap PNS di suatu instansi pasti mempunyai jabatan tertentu baik jabatan struktural, jabatan fungsional tertentu (JFT) maupun jabatan fungsional umum (JFU). Aturan yang menjadi dasar penyusunan dan penetapan kelas jabatan – jabatan tersebut dalam sistem tunjangan kinerja dapat dilihat pada peraturan yang sudah ada, yakni:
  • Permen PAN dan RB Nomor 34 Tahun 2011 tentang Pedoman Evaluasi Jabatan
  • Permen PAN dan RB no 63 tahun 2013 tentang Pedoman Penataan Sistem tunjangan Kinerja Pegawai Negeri
  • Permen PAN dan RB Nomor 39 Tahun 2013 tentang Penetapan Kelas Jabatan di Lingkungan Instansi Pemerintah
  • Perk BKN Nomor 21 Tahun 2011 tentang Pedoman Pelaksanakan Evaluasi Jabatan PNS
Dengan pedoman di atas instansi termasuk Kementerian Agama menetapkan nilai dan kelas jabatan (job grade) bagi semua PNS di lingkungan Kemenag. Secara singkat langkahnya seperti dibawah ini:
  1. Tim atau pokja instansi menyusun peta jabatan dan informasi faktor jabatan.
  2. Tim instansi melakukan pembahasan dengen Kedeputian SDM dan Apatarur dan BKN untuk memvalidasi hasil evaluasi jabatan (nilai dan kelas jabatan).
  3. Rapat finalisasi hasil evaluasi jabatan (nilai dan kelas jabatan) antara instansi dengan Deputi Men PAN dan RB Bidang SDM Aparatur, dan Kepala BKN atau pejabat yang ditugaskan.
Khusus pemegang jabatan fungsional umum (JFU) di Kemenag  kelas jabatannya penetapannya dengan memperhatikan:
a. Mendudukkan PNS dalam JFU harus didasarkan pada pendidikan, kompetensi, dan kinerja, untuk sementara ini didasarkan pada pendidikan terakhir.
b. Kelas jabatan untuk JFU dimulai dart kelas jabatan 7 sampai kelas jabatan 1 dengan ketentuan sebagai berikut:
  • kelas jabatan 7 untuk S1/S2/S3,
  • kelas jabatan 6 untuk D3,
  • kelas jabatan 5 untuk D2,
  • kelas jabatan 4 untuk D1,
  • kelas jabatan 3 untuk MA/SMA/sederajat, dan
  • kelas jabatan 1 untuk MI/SD/MTs/SMP/sederajat
Sedangkan bagi PNS pemangku jabatan struktural dan fungsional tertentu, penetapan kelas jabatannya diuraikan dalam tabel berikut:
DATA KELAS DAN PEMANGKU JABATAN
(TIDAK TERMASUK DOSEN, GURU, DAN PENGAWAS)